Ini Dia Jenis Oli untuk Kendaraan Beroda Dua

King Sige – Oli memiliki peranan penting bagi sebuah kendaraan. Sebab, cairan ini berfungsi untuk menjaga agar semua bagian mesin terlumasi dengan sempurna. Ketika mesin kendaraan tidak mendapatkan pelumasan yang cukup, peningkatan suhu mesin hingga kerusakan pada komponen-komponen mesin juga kendaraan akan terjadi. Oleh sebab itu, Anda harus bisa memastikan jika jenis oli kendaraan roda dua Anda sesuai dengan spesifikasi mesin saat ganti oli motor dilakukan. Memang, apa saja sih jenis-jenis oli untuk motor? Berikut ulasan lengkapnya!

Rekomendasi oli motor terbaik bisa Anda lihat di laman berikut https://ilti.idemitsu.com/product-category/oli-sepeda-motor/. 

jenis oli

1. Oli mineral

Dikenal sebagai oli konvensional, jenis oli yang satu ini memiliki bahan dasar berupa minyak bumi. Melansir Blogotive, oli mineral memiliki tingkat kekentalan (viskositas) sebesar 80 sampai 120. Selain itu, oli ini juga memiliki berbagai kandungan karbon reaktif seperti halnya oksigen dan sulfur. Sehingga, oli mineral sering dikatakan sebagai standar pelumas untuk kendaraan roda dua Anda.

Jenis oli ini tergolong mudah panas, mudah teroksidasi, serta mudah menguap. Meski begitu, oli mineral memiliki harga yang sangat terjangkau dan bisa mempercepat masa inreyen pada motor baru.

2. Oli semisintetik

Namanya saja semisintetik, tentu ada proses penggunaan bahan tiruan. Ya, oli semisintetik terbuat dari campuran minyak bumi asli dan olahan minyak bumi yang sudah difilterasi berulang kali. Setiap produsen oli punya persentase campuran dua bahan baku ini dengan porsi yang berbeda. Tapi, umumnya oli semisintetik terdiri dari 70% minyak bumi dan 30% olahan minyak bumi.

Oli semisintetik adalah pelumas penengah—bagi mereka yang kurang suka menggunakan oli mineral ataupun oli sintentik. Harga oli ini juga tergolong cukup murah dan lebih bisa menyesuaikan mesin motor di tiap-tiap kelasnya. Selain itu, oli semisintetik juga punya performa yang lebih stabil, viskositas lebih besar, dan lebih baik di suhu rendah maupun tinggi. Kekurangan jenis oli ini terletak pada kehadiran kandungan karbon adiktif seperti sulfur.

3. Oli sintetik

Oli sintentik atau full synthetic adalah pelumas yang dibuat dari bahan dasar yang diolah terus menerus hingga menghasilkan suatu Poly Alpha Olefin (PAO). Oli ini memiliki masa ganti yang jauh lebih panjang dibanding dua jenis oli sebelumnya, yakni hingga 10 ribu kilometer. Selain itu, jenis oli ini juga dianggap sebagai oli terbaik yang ada saat ini. Pasalnya, oli sintentik tidakmengandung karbon reaktif sama sekali. Oli sintentik juga lebih tahan terhadap oksidasi, tidak cepat menguap, bisa melumasi lebih rata, dan bisa bekerja maksimal meski di suhu sangat tinggi. Di sisi lain, jenis oli ini memiliki harga yang cukup mahal.

Itulah beberapa jenis oli pada kendaraan roda dua yang bisa Anda pilih untuk motor Anda. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *