Ini Ciri-Ciri Anak yang Hiperaktif

King Sige – Banyak orang tua merasa kesulitan menemukan cara mengatasi anak hiperaktif. Seperti kita ketahui bahwa tidak sedikit anak yang tumbuh dengan sedikit lebih aktif daripada anak-anak lain seusianya. Kondisi hiperaktif ini sebenarnya sesuatu yang tidak harus ditakutkan. Jika orang tua terus mendukung dan mengawasi perkembangan anak, maka kondisi seperti ini bisa diatasi dengan baik.

Agar bisa mengatasi anak yang hiperaktif maka orang tua perlu mengenali ciri-ciri yang ditunjukkan oleh anak. Anak yang hiperaktif menunjukkan perilaku yang jelas berbeda dengan anak-anak lainnya. Agar bisa mengambil tindakan yang tepat maka orang tua perlu memahami bagaimana ciri-ciri yang ditunjukkan oleh anak hiperaktif.

Jangan asal menyimpulkan karena kondisi hiperaktif ditunjukkan oleh tanda-tanda tertentu. Kali ini kita akan membahas mengenai apa saja ciri-ciri anak hiperaktif. Dengan memahami ciri-ciri seperti apa yang diperlihatkan oleh anak, maka orang tua bisa mengambil tindakan yang tepat.

Ciri-Ciri Anak Hiperaktif

Setiap anak mungkin akan menunjukkan ciri-ciri yang berbeda-beda oleh karena itu pastikan anda memperhatikan ciri seperti apa yang diperlihatkan oleh anak anda. Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang ditunjukkan oleh anak hiperaktif :

1. Tidak Cepat Lelah

Anak memang memiliki sifat yang selalu ingin tahu dan sangat aktif mengeksplorasi hal-hal yang ada di lingkungan sekitarnya. Namun, setiap anak memiliki batas energi masing-masing, meskipun sibuk mengeksplorasi akan ada waktunya anak merasa lelah dan mengantuk. Pada anak yang hiperaktif, mereka tidak akan mudah lelah jika dibandingkan anak-anak lainnya.

2. Berbicara Keras dan Menyela Pembicaraan

Anak yang hiperaktif tidak hanya menonjol dari segi energinya dalam beraktivitas namun juga menonjol secara verbal.  Mereka akan cenderung berbicara dengan suara yang keras. Kemudian, anak yang hiperaktif akan cenderung menyela pembicaraan orang lain. Hal ini disebabkan karena mereka selalu ingin menjadi pusat perhatian.

3. Cenderung Melawan

Anak yang hiperaktif memiliki kebiasaan untuk melawan apa yang diperintahkan oleh orang tua atau orang-orang di sekitarnya. Mereka memiliki pemikiran yang unik yang lebih mengedepankan keinginan pribadi dan melawan apa yang diberitahukan orang tua. Namun, pastikan jangan sampai berlaku kasar meskipun anak terus berusaha untuk melawan.

4. Sulit untuk Tenang

Anak yang tidak hiperaktif mungkin akan lebih mudah untuk diminta tenang dan duduk diam namun lain halnya dengan anak yang hiperaktif. Anak yang hiperaktif cenderung sulit untuk tenang atau diam. Ia cenderung akan selalu bergerak melakukan aktivitas kesana kemari karena memang anak yang hiperaktif juga memiliki energi yang seolah tak ada habisnya.

5. Sulit untuk Bersabar

Kesabaran penting untuk diajarkan kepada anak sejak kecil. Namun hal ini akan lebih sulit untuk dilakukan pada anak yang hiperaktif. Anak yang hiperaktif cenderung sulit untuk bersabar. Mereka cenderung tergesa-gesa dan selalu ingin semuanya berjalan dengan cepat sesuai keinginannya.

6. Sulit untuk Fokus

Anak yang hiperaktif cenderung akan mengalami kesulitan untuk fokus pada satu hal. Ia sulit untuk memfokuskan pikiran pada apa yang ada di hadapannya atau pada apa yang sedang ia kerjakan. Anak hiperaktif sulit untuk dibuat tenang dan tidak suka berlama-lama diam pada satu jenis aktivitas.

Itulah tadi beberapa ciri-ciri anak hiperaktif yang bisa anda amati terjadi pada anak. Sebagai orang tua, anda perlu berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi kondisi ini dengan membimbing anak secara perlahan-lahan. Jangan remehkan kondisi hiperaktif ini karena akan bisa menganggu tahap perkembangan anak anda.

Cara Mengajar Anak Autis agar Mudah Fokus dan Lancar Berbicara

King Sige – Memiliki anak yang divonis menderita autis memang hal yang mudah, apalagi anak autis memang sulit untuk diajak fokus atau berbicara. Meski demikian, Anda sebagai orang tua bisa mengatasinya dengan menerapkan tips parenting tertentu yang mampu mengubah mereka menjadi mudah fokus dan bisa berbicara. Contohnya dengan cara-cara berikut.

Gunakan Media yang Disukainya

Cara pertama yang sangat direkomendasikan saat mengajar anak autis adalah menggunakan media yang disukainya, misalnya mainan favorit. Oleh karena itu, sebaiknya Anda perhatikan mainan apa yang paling sering dipegang atau dimainkannya. Jika anak Anda menyukai boneka, beri mainan serupa dan ajak dia bermain bersama.

Tapi, satu hal yang perlu Anda ingat, cara ini butuh kesabaran ekstra karena harus dilakukan perlahan. Terus ajak anak Anda bicara sambil memainkan boneka. Anda bisa mengiringinya dengan dongeng atau kisah penuh hikmah yang tokohnya menggunakan boneka tersebut. lama-kelamaan, dia akan tertarik dan fokus pada boneka serta dongeng yang Anda ceritakan.

Bercerita dan Mendongeng

Tips parenting berikutnya ini masih ada hubungannya dengan yang sebelumnya, yaitu bercerita atau mendongeng. Semakin Anda sering melakukannya, maka anak Anda akan terpancing untuk ikut andil, dari pasif sampai aktif. Pasif di sini adalah bercerita sendiri saat Anda tidak mendampinginya. Sedangkan aktif berarti ikut menimpali cerita Anda.

Jadi, buah hati Anda ikut berperan dalam cerita. Sangat mudah menerapkan cara ini jika Anda memiliki boneka tangan atau boneka jari sebagai media pengganti mainan. Kaitkan boneka tangan yang Anda miliki dengan ceritanya. Misal boneka kancil dan buaya, ceritakan tentang kancil yang berusaha menyeberang sungai dengan cerdiknya melalui jembatan buaya.

Gunakan Kalimat Efektif

Bagi anak normal, instruksi yang panjang dan berulang memang hal yang wajar. Tapi untuk anak autis, kalimat yang panjang dalam sebuah instruksi bisa membuatnya kebingungan dan sulit berkonsentrasi atau fokus. Bahkan pada beberapa kasus, ada anak yang lebih mudah memahami instruksi yang diberikan dalam bentuk isyarat atau gerakan.

Oleh karena itu, sebaiknya gunakan kalimat yang benar-benar efektif dan bisa langsung dipahami olehnya. Kemampuan mereka dalam berbicara akan semakin meningkat jika Anda mengajaknya ke luar, berkomunikasi, dan bersosialisasi dengan orang-orang sekitar rumah atau sekolah.

Beri Apresiasi atau Rewards

Kemajuan apapun yang Anda dapati padanya patut untuk disyukuri dan diapresiasi. Salah satu caranya adalah dengan memberi rewards terkecil berupa pujian sampai hadiah mainan kesukaannya. Beri anak Anda tugas untuk mengambil makanan dan minumannya sendiri. Jika berhasil, beri anak Anda pujian terbaik.

Kalaupun misalnya ada yang tumpah, tetap beri pujian dan dukungan bahwa lain kali dia pasti bisa melakukan yang lebih baik lagi. Apapun hasilnya, pujian tetap perlu Anda berikan padanya sebagai bentuk penghargaan. Selain itu, dengan melakukan apa yang Anda tugaskan, itu menunjukkan daya fokusnya yang mulai meningkat.

Tips parenting berikutnya setelah anak autis sudah bisa fokus dan lancar berbicara adalah dengan mengajarinya membaca dan menulis. Siapkan media dan metode yang mendukung pembelajaran khusus anak autis agar tujuan yang Anda inginkan bisa tercapai.