10 Cara Merawat Sandal Gunung Agar Tidak Cepat Rusak

King Sige – Walaupun tidak setiap hari memakai sandal gunung, tetapi perawatannya harus diperhatikan. Justru barang yang tidak sering dipakai ini rawan rusak saat dipakai. Salah seperti mesin yang telah usang. Sekali dipakai pasti akan ada komponennya yang bermasalah.

Perawatan sandal untuk mendaki ini mudah. Sama dengan cara merawat sandal atau sepatu, karena memang jenisnya sama sebagai alas kaki. Yang membedakan adalah medan yang akan dihadapi. Sandal untuk mendaki ini akan selalu menghadapi medan yang sulit atau terjal.

10 Tips Merawat Sandal Gunung yang Benar

Untuk mendapatkan sandal gunung yang awet, jangan hanya terima memakai saja, tetapi juga harus merawatnya dengan baik. Sandal ini sudah sangat besar perjuangannya melindungi kaki saat mendaki, kita pun juga harus membalasnya dengan memberikan perawatan yang intens. Berikut adalah beberapa cara untuk merawat sandal gunung yang benar :

sandal gunung

1. Rajin membersihkan sandal usai digunakan

Debu atau kotoran pada sandal akan sangat mengganggu pemandangan saat akan disimpan kembali di rak sepatu. Untuk itulah harus dibersihkan terlebih dahulu. Selain kurang sedap dipandang, debu atau kotoran pada sandal ini akan membuat sandal cepat rusak. Apalagi kalau kotorannya adalah berupa tanah liat, maka akan menjadi kotoran membandel yang merusak sandal.

2. Mencuci sandal

Dalam hal ini tidak harus menggunakan air, karena bahan sandal yang berbeda-beda. Kalau berasal dari kulit, maka lebih baik mengelap saja. Mengelapnya bisa pakai lap kering saja atau memakai lap basah.

3. Jangan terkena air secara langsung

Walaupun bahan dari sandal untuk mendaki ini tidak anti air, tetap saja jangan sampai kita mencuci sandal langsung dengan membasahi atau mencelupkan ke air. Bisa-bisa tekstur sandal bisa rusak.

4. Menyimpan sandal di rak khusus sandal atau sepatu

Jangan menaruh atau menyimpan sandal sembarangan. Ini akan membuat sandal mudah berdebu. Dengan menggunakan rak khusus, sandal akan lebih awet dan aman dari debu. Jika box sandal masih ada, kita bisa menyimpannya di dalam box.

5. Memakai sandal gunung khusus untuk mendaki saja

Tidak digunakan harian atau untuk hang out. Ini akan mempercepat kerusakan sandal karena frekuensi pemakaian yang tinggi.

6. Hindari air

Saat dipakai mendaki, hindari medan yang berair. Kalau bisa sandal untuk mendaki ini tidak dikenai air terus menerus.

7. Menjahit sol sandal agar tidak gampang rusak

Ada benang dan jarum khusus untuk menjahit sol sandal. Kita akan aman menggunakan sandal di medan apapun tanpa takut sol rusak. Utamanya bagi kita yang memakai sandal dengan harga beli yang sedikit murah, maka perawatan dengan cara menjahit ini sangatlah diperlukan.

8. Tidak menekuk-nekuk sandal

Walaupun ciri utamanya adalah lentur, tetapi dengan dengan ditekuk, sol akan mudah retak. Hal ini dikarenakan lengkungan pada sandal adalah lengkungan buatan, bukan lengkungan karena mengikuti bentuk kaki.

9. Segera memperbaiki kerusakan sandal setelah digunakan

Selama masih bisa diperbaiki, segeralah diperbaiki. Dengan begitu jika sewaktu-waktu akan dipakai, kita tidak bingung lagi.

10. Melapisi sandal dengan plastik saat penyimpanannya

Atau kalau ada, kardus atau kotak bawaan dari sandal itu sendiri lebih baik digunakan lagi. Jangan dibuang.

Demikianlah 10 cara merawat sandal gunung dengan benar. Perawatan yang tepat akan membuat umur sandal lebih panjang sehingga bisa digunakan lebih lama. Meski hanya sesekali dipakai, menjaga kualitas sandal merupakan keharusan sebab mendaki gunung membutuhkan alas yang memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *