Kiat RAPP Riau untuk Menjadi Salah Satu Pabrik Terefisien di Dunia

Source : kabar24.bisnis.com

King Sige – PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) adalah salah satu anak perusahaan milik Grup APRIL yang mana juga merupakan sebuah pabrik kertas yang berlokasi di desa Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1993 ini, merupakan suatu perusahaan atau industri besar yang memproduksi Pulp (bubur kertas) dan paper (kertas). Perusahaan yang terkenal hampir di seluruh dunia ini, merupakan suatu perusahaan terbesar di Asia Pasifik. Dan yang lebih istimewanya lagi, produk ini sudah diekspor ke lebih dari 70 Negara baik benua Asia, Eropa, dan Amerika.

Pada tahun 2017 silam, PT RAPP menargetkan akan memproduksi kertas sebanyak 1,1 juta ton per tahun. Jika nantinya terwujud, PT RAPP akan menjadi produsen kertas terbesar kedua di dunia.Produsen kertas terbesar di dunia saat ini dipegang oleh International paper (IP) asal Amerika Serikat. Rencana PT RAPP untuk menguasai pasar internasional tersebut akan bisa terealisasi setelah mereka menyelesaikan pabrik ketiga di Pelalawan, Riau.

Pada bulan Januari 2017 kemungkinan pabrik yang baru tersebut akan bisa berproduksi untuk menambah volume produksi kertas mereka. Yang lebih menarik produksi kertas yang mampu dihasilkan sekitar 850.000 ton per tahun. Perusahaan menurutnya akan terus menggenjot produksi kertas sehingga nantinya mampu memenuhi pasar internasional. Selama ini, pabrik terus berproduksi secara penuh selama 24 jam yang dibagi menjadi tiga shift, yang mana menggunakan dua mesin yang semi otomatis dan full otomatis.

Di samping itu, dalam mengatur efisiensi air, APRIL Grup melakukan efisiensi energi yang mana mereka telah mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dengan menggunakan dan mengubah energi yang dihasilkan oleh limbah dan proses produksinya. Dari total konsumsi energi bahan bakar, hampir 80%-nya sekarang berasal dari bahan bakar bio (biofuel), sehingga mengurangi emisi serta menghasilkan manfaat tak langsung berkat berkurangnya kebutuhan transportasi.

Kontributor yang paling signifikan untuk produksi bahan bakar bio adalah pengoperasian ketel uap pemulihan (recovery boiler) terbesar di dunia yang menangkap energi dari lindi hitam (black liquor), yang berasal dari proses pembuatan pulp, dan mengubahnya menjadi energi yang setara dengan 390 MW per tahun. Energi dari ketel uap ini dan dua ketel uap pemulihan lainnya digunakan untuk menghasilkan uap untuk pembangkit listrik dan dalam proses pengeringan untuk produksi kertas. Efisiensi energi lebih lanjut dicapai melalui pemanfaatan metanol, di mana metanol diperoleh melalui proses penyulingan dan penguapan (evaporasi) yang melibatkan lindi hitam. Hasil proses ini digunakan kembali di dalam tungku pembakaran, sehingga turut mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Dari dari sanalah terjawab bagaimana RAPP Riau menjadikan pabriknya sebagai salah satu yang terefisien di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *