Pendekatan Terintegrasi untuk Perencanaan Tata Guna Lahan

Source: Dinas Tata Ruang Tata Bangunan Pemerintah Kota Medan

King Sige – Tidak dapat dipungkiri bahwa lahan dapat digunakan untuk berbagai macam kepentingan. Berangkat dari hal tersebut, dapat dipastikan kalau perencanaan tata guna lahan sangat diperlukan untuk mempertimbangkan berbagai aspek sumber daya lahan yang mencakup aspek sumber daya tanah, sumber daya genetika, sumber daya air, dan lingkungan hidup. Semua hal ini nantinya harus ditumpangtindihkan (super imposed) dengan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup. Selain itu, dibutuhkan pula pendekatan secara terintegrasi demi memfasilitasi berbagai konflik penggunaan lahan, sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lahan ini.

Berlawanan dengan pesulap yang “menghilangkan” objek besar, para ilmuwan di Indonesia berupaya “menemukan” lahan yang tampaknya tidak ada di sana sebelumnya. Dan bagian terbaiknya: Ini bukanlah ilusi.

Melalui perencanaan tata guna lahan, kita bisa melakukan pemanfaatan dan penataan lahan yang dilakukan sesuai dengan kondisi ekosistem alam. Menurut Dinas Tata Ruang Tata Bangunan Pemerintah Kota Medan, tata guna lahan berupa:

KawasanDeskripsi% Tingkat KelerenganJenis Tanah
PermukimanKawasan permukiman ini ditandai dengan adanya perumahan yang disertai sarana dan prasarana serta infrastruktur yang memadai. 0-15 %Datar hingga landai
PerumahanKawasan perumahan hanya didominasi oleh bangunan-bangunan perumahan dalam suatu wilayah tanpa didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. 8-15 %Landai
PertanianKawasan pertanian ditandai oleh adanya jenis budidaya satu tanaman saja. 8-15 %Landai
Ruang Terbuka HijauKawasan ruang terbuka hijau ini dapat berupa taman yang hanya ditanami oleh tumbuhan yang rendah dan jenisnya sedikit. Namun, dapat juga berupa hutan yang didominasi oleh berbagai jenis macam tumbuhan.15-25 %Agak curam
PerdaganganKawasan perdagangan ini biasanya ditandai dengan adanya bangunan pertokoan yang menjual berbagai macam barang.0-8 %Datar
IndustriKawasan industri ditandai dengan adanya proses produksi baik dalam jumlah kecil maupun dalam jumlah besar. 8-15 %Landai
PerairanKawasan perairan ini ditandai oleh adanya aktivitas perairan, seperti budidaya ikan, pertambakan, irigasi, dan sumber air bagi wilayah sekitarnya.--

Berdasarkan tulisan Faisal Kasryno dan Haryono Soeparno di Litbang Pertanian yang berjudul Kerangka Perencanaan Tata Guna dan Pengelolaan Lahan Pertanian, integrasi fisik, perencanaan tata guna, dan pengelolaan lahan merupakan cara terbaik yang perlu dilakukan. Analisis secara cermat penggunaan lahan terintegrasi sangat berpeluang untuk mengatasi berbagai konflik, mengintegrasikan berbagai aspek pembangunan sosial-ekonomi, dan pelestarian sumber daya serta menjaga lingkungan hidup guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Esensinya adalah diperlukannya pendekatan terintegrasi di berbagai kepentingan sektoral dan perencanaan pengelolaan sumber daya alam, sehingga kesejahteraan berkeadilan dan berkelanjutan dapat terwujud.

Namun, pasti akan ada permasalahan yang muncul dalam perencanaan tata guna lahan, yaitu masalah kesesuaian/kecocokan lahan terhadap suatu peruntukan tertentu. Untuk mempersempit kemungkinan munculnya masalah, berikut tahapan dan model perencanaan tata guna lahan yang bisa dilakukan:

3 Tahapan dalam Perencanaan Tata Guna Lahan

1. Melakukan survei pendahuluan atas data-data dasar yang meliputi:

  • Studi pustaka
  • Survei lapangan
  • Pekerjaan laboratorium (memadukan peta dasar dengan peta tematik untuk digunakan sebagai laporan)

2. Melakukan penilaian kapabilitas lahan dari hasil tahap pertama untuk berbagai peruntukan lahan.

3. Menyiapkan rencana likasi dan tujuan dari peruntukan lahan.

3 Model Perencanaan Tata Guna Lahan

          1. Model Zoning

Menurut model ini, tanah di suatu wilayah/daerah tertentu dibagi dalam beberapa zona penggunaan atau kepentingan-kepentingan/kegiatan-kegiatan/usaha-usaha yang hendak dilakukan.

Contoh model zoning yang dikembangkan oleh Ernest W Borgess untuk kota Chicago:

a. Wilayah “The loop” yang merupakan wilayah perdagangan atau “downtown”.

b. “The zone in transitions” merupakan wilayah yang disiapkan bagi perkembangan industri dan perdagangan.

c. “The zone of working men’s homes” merupakan wilayah pemukiman bagi pekerja-pekerja kelas bawah.

d. “The residential zone” merupakan wilayah pemukiman bagi orang-orang kaya

e. “The commuters zone” merupakan wilayah diluar batas kota.

          2. Model Terbuka

Untuk model terbuka, suatu ruang atas tanah dalam satu wilayah tertentu tidak terbagi-bagi dalam zona-zona penggunaan sebagaimana dalam model zoning. Titik berat model terbuka ada pada usaha-usaha untuk mencari lokasi yang sesuai bagi suatu kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta.

          3. Land Consolidation

Model ini dikenal sebagai teknik penataan kembali lokasi dan batas-batas tanah serta sarana dan prasarana (pelurusan jalan, sungai, saluran pembagian/pembuangan air), sehingga pengkaplingan menjadi berbentuk segi empat panjang dan setiap persil dapat dicapai secara efisien oleh penggarap atau saluran air.

Land consolidation juga mencakup pemeliharaan. Artinya, lahan yang akan dipakai harus dipelihara baik-baik menurut cara yang lazim sesuai dengan petunjuk dari jawatan-jawatan yang bersangkutan agar dapat dicegah kerusakannya. Selain itu, land consolidation kerap kali melibatkan partisipasi aktif masyarakat demi kepentingan pembangunan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan pemeliharaan sumber daya alam.

Sebagai sumber daya yang sangat terbatas (finite), sumber daya lahan yang didukung oleh tanah bervariasi setiap waktu, serta tergantung pada kondisi pengelolaan dan penggunaan. Faktor kegiatan manusia, pertambahan penduduk, dan pembangunan ekonomi dapat menimbulkan tekanan penggunaan lahan, menimbulkan berbagai konflik, dan pemanfaatan lahan yang tidak optimal. Agar kebutuhan penduduk masa kini dan akan datang dapat dipenuhi secara berkelanjutan, berbagai konflik penggunaan sumber daya lahan, air, dan sumber daya genetika tersebut harus diselesaikan secara efektif dan efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *